Showing posts with label the contemplation. Show all posts
Showing posts with label the contemplation. Show all posts

JILBAB = Identitas Wanita Muslim

3 komentar
Jilbab itu tanda ketaatan seorang muslimah 
"What is in name?" ujar Shakespeare. Apalah arti sebuah nama? Yang pasti nama itu sangat penting eksistensi dan fungsinya. Tanpa nama sesuatu dan seseorang akan menjadi tak berarti. Sesuatu menjadi mudah dikenali karena namanya. Jika kita ingin menabung uang, misalnya, kita tahu bahwa tempat yang tepat yang akan kita tuju itu bernama Bank bukanlah Restoran. Itu sebabnya nama merupakan identitas awal yang paling penting dan utama dimanapun kita berada. Coba kita ingat-ingat setiap kita mengisi formulir entah formulir masuk sekolah, formulir nasabah baru, atau formulir surat pengantar nikah, kolom pertama selalu diisi dengan nama.
Pun ketika kita belajar bahasa asing, perkenalan atau introduction selalu diajarkan paling awal: Maa ismuka? 당신의 이름은 무엇입니까? Comment t'appelles tu? Wie heißen Sie? Apka shubh nam kya hai? Come ti chiami? Anata no onamae wa? Kak tebya zavut? Namina saha? Siapa nama kamu? What is your name?
Bayangkan jika kita tidak mempunyai nama. Mungkin orang akan memanggil kita dengan "Hey", "Woi", atau mungkin "Cuy", bisa juga "Ciiinnnn".
Selain itu nama juga merupakan jelmaan dari do'a kdua orang tua yang memberikan nama tersebut. Ada hal yang sangat menggelikan tentang nama ketika pamanku melakukan sensus bagian pelosok tanah air kita, ada seseorang yang bernama (maaf) Tai Satumpuk. Semoga saja berita itu hanya guyonan. What a creepy name, right?! 
Lalu apa hubungannya dengan judul celotehan ini yaitu JILBAB. Yups sangat berhubungan erat, kawan. Jilbab itu fungsinya sama seperti nama: identitas pertama, utama, penting sekaligus wajib, bagi siapa? Bagi kaum perempuan yang beragama Islam atau biasa dipanggil Muslimah atau wanita Muslim.
Dalam surat Al-Ahzab ayat 59 diatas jelas disebutkan kata-kata imperative atau perintah bagi kita, wanita Muslim, untuk menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan yaitu dengan kain yang menutupi dada atau jilbab.
Jika ada seorang muslimah yang belum berjilbab karena mempunyai alasan ingin menJILBABI HATI dahulu, sepertinya alasan itu sangat tidak berlandaskan pasa syariah Islam. Kata-kata itu seperti senjata melawan perintahNya yang jelas-jelas menganugerahi tubuh kita yang sehat wal 'afiat dan indah ini secara gratis. Allah SWT menganugerahi kita dengan fisik yang sempurna, namun kita malah melawan perintahNya untuk menjaga tubuh yang Ia titipkan ini untuk kita. Sebenarnya, malah dalam istilah Islam saja kalimat menJILBABI HATI itu TIDAK DITEMUKAN sama sekali. Jilbab itu dipakai di fisik bukan psikis. Masalah hati lain lagi pembahasannya. 
Jika ada lagi alasan lain untuk menolak Jilbab dengan "lebih baik tidak suka bergosip membicarakan keburukan orang lain tapi tak berjilbab" daripada "berjilbab tapi masih suka bergosip", hal itu lebih ironis lagi. Perlu diingat bahwa menutup aurat dengan jilbab itu hukumnya WAJIB, sedangkan hukum meninggalkan yang wajib itu berdosa. Apa seseorang yang tak berjilbab bisa dibilang luput dari dosa bergunjing sedangkan kewajiban menutup aurat saja belum dilaksanakan? Kalau pun iya tidak pernah bergunjing (walaupun rasanya tidak mungkin..) dan berarti lepas dari dosa gibah, bagaimana dengan kewajiban menutup aurat yang belum terpenuhi? Apa dosa tersebut terhapus dengan tidak bergunjing? Wallahu'allam
Allah SWT berfirman:
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." Q.S.Al-Ahzab: 36
Berbicara tentang jilbab diluar konteks hukumnya yang wajib, kita mungkin bisa membahas tentang keuntungan berjilbab.
  1. Sebagai identitas. Muslimah yang berjilbab bisa dengan mudah dikenali dari pada muslimah yang belum berjilbab. Dengan ini kita tidak akan disamakan dengan wanita yang beragama lain. Jilbab juga bisa menjadi indikator keimanan seorang muslimah, hal ini sebagai tanda awal dari ketaatannya pada Allah SWT dan RasulNya.
  2. Sebagai pelindung. Terlepas dari kabar sekitar tahun 2004 di Bandung dimana sekelompok muslimah berjilbab yang, maaf, diperkosa sepulang dari mengaji di DT, Geger Kalong (asuhan Aa Gym) (hal ini mungkin terjadi karena kondisinya yang pulang larut malam), menutup aurat jelas akan melindungi kita dari bahaya tatapan dan nafsu birahi laki-laki. jelas sekali bagi kaum muslim untuk menjaga pandangannya sedang bagi muslimah untuk menutup auratnya yang mengundang syahwat. Sungguh Islam sangatlah seimbang dalam menyikapi segala sesuatunya.
  3. Sebagai penjaga izzah atau kehormatan. Muslimah berjilbab biasanya lebih dihormati dalam pergaulannya, misalnya laki-laki tidak seenaknya memegang tangan, merangkul atau mungkin berkata-kata yang tidak sopan. Terlepas dari fenomena saat ini dimana banyak muslimah berjilbab tapi masih berpegangan tangan dengan yang bukan muhrim, apalagi pacaran, berjilbab tapi tidak menutupi sampai dada, berjilbab tapi jenis pakaian transparan dan atau ketat, jilbab tetaplah mulia adanya namun menjadi disfungsi dan menciptakan salah kaprah karena perilaku salah dan menyimpang yang keluar dari syariat Islam tersebut. Jadi yang mungkin dipersalahkan adalah pelakunya bukan jilbab bahkan menyalahkan muslimah lain yang berjilbab sesuai dengan syariah, menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan, pakaian longgar dan tidak transparan.
  4. Sebagai dakwah. Meski kita tidak memiliki talenta seperti Mamah Dedeh yang lantang menyuarakan ayat Allah, mungkin hal yang paling sederhana yang bisa kita lakukan dalam menyebarkan kalam Illahi yaitu dengan jilbab yang kita pakai ini. Kita dengan tidak langsung menyeru, memberikan model kepada saudara muslimah kita yang lain agar mau segera menutup auratnya. Jika ada muslimah lain yang tertarik memakai jilbab karena keanggunan penampilan juga perilaku serta ucapan kita, insyaalloh dakwah ini akan berganjar pahalaNya. 
  5. Penampilan yang lebih anggun, cantik dan feminin. Coba sekarang bandingkan Marshanda sebelum dan sesudah ia berjilbab. Mana yang lebih anggun? Atau Inneke Koesherawati yang wajah indah berjilbabnya hilir mudik di iklan maupun program tv. Lebih anggun, cantik, feminin dan terhormat kan?
  6. Silahkan kawan-kawan sebutkan keuntungan lainnya dari menutup aurat...pasti masih sangat banyak ya.
Semoga makin banyak saudara muslimah kita yang segera menutup auratnya dengan berjilbab, karena menjadi muslim apalagi kita sejak lahir dan dibesarkan di keluarga muslim adalah nikmat yang seharusnya tidak kita sia-siakan dengan mengabaikan perintahNya ketika kita bernafas dan diberi kesempatan untuk meperbaiki diri, sebelum tiba saatnya sudah tidak bermanfaat lagi penyesalan dan permintaan ampun kita pada Allah SWT.
Wallohu'allam bishowwab.
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." Q.S. Al-Maidah: 3

Experience is the evidently best teacher

0 komentar
"Pengalaman ialah guru yang paling baik" adalah kata-kata mutiara yang selalu nampang di foot note buku tulis SIDU alias Sinar Dunia. Dulu kata-kata itu tidak begitu membekas dihati, ya maklum namanya anak-anak, masuk ajaran baru jaman Sekolah Dasar adalah hal yang ditunggu-tunggu seperti laiknya seorang CPW (Calon Pengantin Wanita) menanti CPP ny (nggak usah diartiin ya kan udah pada pinter ;p) Bukan, bukan semangat belajar mata pelajaran baru dari sang ibu dan bapa guru, bukan karena naik jabatan dari satu tingkat kelas ke tingkat kelas yang lebih tinggi, apalagi bukan karena akan bertemu ibu atau bapa sekolah, tidak lain dan tidak bukan semangat yang meletup letup ini dikarenakan keniscayaan dibelikannya stationery (alat-alat tulis) baru. yayyyy! asyikk punya buku tulis baru sampulnya Sailormoon, punya pinsil  mekanik baru, punya sepatu ala sinderella baru warna pink, punya kaus kaki bau eh baru gambar Hello Kitty, punya tempat  pinsil tingkat gambar Doraemon, punya seragam baru yang jauh lebih kinclong, pokoknya punya ini punya itu deh.
Tiap tahun buku tulis yang dibeli selalu sama, biasanya kalau tidak merek Kiki ya itu SIDU. dan SIDU selalu punya kata-kata yang belum bisa dicerna oleh anak ingusan. yang paling ingat "Never put off til tomorrow what you can do today" dan "Experience is the best teacher". Peduli amat lah sama tulisan bahasa Inggris itu, yang penting gambar sampulnya keren abissss!
Setelah masuk Tsanawiyyah dan Mu'allimin pun ternyata masih belum mengerti dengan menyeluruh apa sih maknanya "Pengalaman itu guru paling baik"? Karena masih aja datang telat ke sekolah dengan konsekuensi dihukum memungut sampah selama jalan konpleks sekolah yang lumayan luas. Jaman jadi mahasiswi juga sama, tetep aja ndak mudeng apa makna peribahasa itu karena masih aja lupa ngerjain tugas tepat waktu akibatnya nilai merosot, atau masih suka copas (copy paste) tugas ke teman satu kelompok, akibatnya UTS dan UAS cuma gigit jari.
Begitulah sampai akhirnya menanggung amanah untuk mengajarkan ilmu yang dulu dituntut di kampus juga masih "mengais-ngais" makna kata-kata mutiara tersebut. Lalu tibalah akhir tahun waktunya untuk memilih Teacher of The Year, siapa yang terpilih? ternyata bukan si Pengalaman tuh yang dianugerahi penghargaan itu, tetap saja si Guru yang berpengalaman banyak dalam mengajar. Aha! Guru yang berPENGALAMAN! ternyata "nama" guru yang dianugerahi predikat Guru Terbaik adalah Guru dengan PENGALAMAN dalam mengajar, membuat banyak penelitian, menghasilkan banyak karya nyata meningkatkan kemampuan belajar anak didik, menciptakan atmosfir yang baik, nyaman, dan kondusif bagi lingkungan anak didik untuk belajar.
Terbukti sudah apa yang dibilang sama SIDU, memang Pengalaman adalah Guru yang Paling Baik.
Terbukti dengan pengalaman aku dapat menggoreng krupuk sampai mengembang sempurna, karena aku belajar dari pengalaman sebelumnya yang gagal karena minyak gorengnya belum terlalu panas dan kurang banyak.
Terbukti dengan pengalaman aku jadi tahu tombol-tombol mana saja yang harus di tekan agar mesin cuci bekerja dengan baik sesuai keinginan.
Terbukti dengan pengalaman aku bisa membedakan mana tombol mesin pemanas air kamar mandi dengan penghangat di lantai.
Terbukti dengan pengalaman salah pesan aku jadi tahu pemutih pakaian itu bahasa Koreanya "Lakse" sedangkan sabun pencuci piring itu "Pong pong"
Terbukti dengan pengalaman aku jadi tidak makan Odeng (makanan ringan Korea yang katanya bahan dasarnya Seafood) dari tempat biasa karena setelah dicek kemasannya tertera Daeji Gogi a.k.a Pork atau Daging Babi.
Terbukti kan ya
ya udah deh
Terima kasih banyak ya Mr. and Mrs. Experience,
I now confess that you are the evidently best teacher for all of us...

It takes some getting used to

0 komentar
Marrying someone means you take a promise you have to keep in order to spend the rest of your time with your spouse. Marrying him or her means you'll live together no matter what happens along the way. Marrying your special one means seeing him or her from the time you wake up in the morning till you close your eyes at night. Marrying someone you love means you take all the risk accepting all his or her badness as well as kindness. Marrying your soul mate means you're willing to sacrifice your happiness over his or hers such as you try to get used to his or her habit in doing particular activities (you attempt to get used to his way in making a very sweetened food by adding a bunch of soya sauce). that's the sacrifice you do in order to please your spouse not because you except something in return but simply because you want to be part of his or her life, simply because you love your soul mate.

An Apple Tree

0 komentar
A long time ago, there was a huge apple tree. A little boy loved to come and play around it everyday. He climbed to the tree top, ate the aples, took a nap under the shadow...He loved the tree and the tree loved to play with him.
Time went by...the little boy had grown up and he no longer played around the tree everyday. Oneday, the boy came back to the tree and he looked sad.
"Come and play with me," the tree asked the boy. "I am no longer a kid, I don't play around trees anymore." The boy replied. "I want toys. I need money to buy them." "Sorry, but I don't have money...but you can pick all my apples and sell them. So, you will have money." The boy was so elated.
He grabbed all the apples on the tree and left happily. The boy never came back after he picked the apples. The tree was sad.
One day, the boy returned and the tree was so excited. "Come and play with me," the tree said. "I don't have time to play. I have to work for my family. We need a house for shelter. Can you help me?". "Sorry, but I don't have a house. But you can chop off my branches to build your house." So the boy cut all the branches of the tree and left happily. The tree was glas to see him happy but the boy never came back since then. The tree was again lonely and sad.
One hot summer day, the boy returned and the tree was delighted "Come and play with me!" said the tree. "i am sad and getting old. I want to go sailing to relax myself. Can you give me a boat?" "Use my truck to construct your boat. You can sail far away and be pleased." So the boy cut the tree truck to make a boat. He went sailing and never showed up for a long time.
Eventually, the boy returned after he left so many years. "Sorry, my boy. But I don't have anything for you anymore. No more apples for you..." said the tree. "I don't have teeth to bite" the boy replied. "No more truck for you to climb on" "I'm to old for that now" said the boy. "I really can't give you anything ...the only thing left is my dying roots" said the tree with tears dropping."I don't need much now, just a place to rest, i'm tired after all these years" replied the boy. "Good! Old tree roots is the best place to lean on and rest. Come. Come sit down with me and have a peaceful rest." The boy sat down and the tree was replete with joy and smiled with tears...
This is a story of everyone. The tree is our parents. When we were young.
We loved to play with Mom and Dad. When we grown up, we left them...only came to them when we need something or when we are in predicaments. No matter what, parents will always be there and give everything they could to make you happy. You may think the boy is mean to the tree but that's how most of us treating our parents.
Please...please...love your parents! (Adopted from an old story)