Daun Mungyeong (문경읍)

Daun Mungyeong merah, kuning, oranye bergugura satu demi satu,
Berserakan, menutupi jalan mulus menanjak dan menurun
Awan putih bergulung-gulung melambai,
Langit biru bersih terpajang sejauh mata memandang,
Angin dua derajat celcius menusuk-nusuk tulang seorang wanita tua,
Rumah bertingkat-tingkat sepi,
Lapangan luas membentang,
Badan menggigil,
Kuku membiru,
Bibir pecah-pecah,
Kulit memerah,
Hidung sedingin hidung kucing,
Gemeretak gigi putih bersih,
Saat ini musim belum berganti Winter,
baru akan,
baru mau,
beru menjelang,
namun...
tubuhku menggigil,
menyeruak dingin ke sela-sela baju katunku,
aku tak berdaya,
hanya Ia yang Kuasa menghangatkanku dengan karpet listrik, pemanas ruangan, dan STMJ hangat.
musim ini aku suka walau badanku lemah,
musim ini aku kagumi walau pintu-pintu besi berembun seluruhnya,
musim ini sungguh dingin sampai tangan dan kakiku sedingin es batu,
musim ini aku sampai harus beli sarung tangan karet untuk mencuci piring,
musim ini agak menyiksa bagi perantau sepertiku, bagi kawan-kawanku seperantauan yang datang dari tanah air yang sama, Indonesia tercinta.
Oktober ini aku berjuang dengan angin musin gugur yang menusuk belum menyayat katanya, seperti musim dingin nanti.
Oktober ini aku di Cheongju, menemaninya yang aku cintai.

0 komentar:

Post a Comment